Blog ini merupakan blog pribadi yang bersifat konten informasi yang disarikan dari berbagai sumber. Silahkan ambil dan copy dengan mengutip sumbernya
Rabu, 14 Oktober 2009
Mengenal tanda-tanda dalam kemasan obat
Mari kita kenali obat lebih jauh agar mampu menggunakannya sesuai aturan.
1. Obat bebas
Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Di negara-negara Barat, obat ini disebut OTC atau over the counter. Ini adalah obat yang paling aman dan bisa dibeli bebas di warung, toko obat, maupun apotek.
Meskipun disebut aman, obat bebas tetap tidak boleh dipergunakan sembarangan. Bagaimanapun, kata Dr.Handrawan Nadesul, obat bebas juga punya kandungan "racun" yang bisa berbahaya buat tubuh bila tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kemasan obat ini ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan untuk mengatasi gejala penyakit ringan, biasanya berupa vitamin atau multivitamin.
2. Obat bebas terbatas
Obat jenis ini masih bisa dibeli tanpa resep dokter. Pada kemasan obat ini terdapat lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat antiflu atau obat antimabuk. Pada kemasannya terdapat peringatan bertanda kotak kecil berdasar gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, misalnya:
P.No.1: Awas! Obat keras. Baca aturan pemakaiannya
P.No.2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
P.No.3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No.4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
P.No.5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.
Pemakaian obat ini juga harus dihentikan bila kondisi penyakit semakin serius. Sebaiknya pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sangat tidak dianjurkan untuk melakukan pengobatan sendiri dengan obat-obatan yang seharusnya diperoleh lewat resep dokter. Meski gejala dan keluhan penyakit sama, obat yang digunakan belum tentu sama.
Perhatikan tanggal kadaluwarsa obat, baca informasi pada kemasan tentang petunjuk penggunaan obat yang tidak, petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan, efek samping, dosis obat, cara menyimpan obat, dan interaksi obat dengan obat lain atau interaksi obat dengan makanan yang dikonsumsi.
3. Obat keras
Obat ini harus diperoleh lewat resep dokter. Ciri khasnya adalah terdapat tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan huruf K di dalamnya.
Obat yang termasuk dalam golongan ini misalnya antibiotik, seperti tetrasiklin, penisilin, obat-obatan yang mengandung hormon, obat penenang, dan lain-lain. Obat jenis ini tidak bisa sembarang dikonsumsi karena bisa berbahaya, meracuni tubuh, memperparah penyakit, atau menyebabkan kematian.
Sekilas tentang kolesterol
Kolesterol atau kadar lemak dalam darah umumnya berasal dari menu makanan yang dikonsumsi. Semakin banyak konsumsi makanan berlemak, maka akan semakin besar peluangnya untuk menaikkan kadar kolesterol. Contoh makanan tersebut seperti gorengan, minyak kelapa atau kelapa sawit, alpukat, durian, daging berlemak, jeroan, kacang tanah, dan sejenisnya.
Jenis kolesterol dibedakan menjadi Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL). LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena tingginya kadar LDL akan berpotensi menumpuk atau menempel pada dinding pembuluh nadi koroner yang dapat menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran darah (aterosclerosis). Akibatnya jantung kesulitan untuk memompa darah dan akhirnya berlanjut ke gejala serangan jantung mendadak. Bila penyumbatan itu terjadi di otak, maka akan menyebabkan stroke dan kelumpuhan.
Penderita kolesterol umunya diderita oleh orang gemuk, namun tidak menutupi kemungkinan orang yang kurus juga bisa terserang kolesterol tinggi, apalagi dengan mengonsumsi makanan modern yang rendah serat namun lemaknya tinggi. Selain faktor makanan, kolesterol yang tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Oleh sebab itu, semua orang baik kurus apalagi gemuk, baik yang belum pernah menderita kolesterol apalagi yang sudah pernah mengalaminya, perlu menjaga makanan dengan mengurangi makanan gorengan atau berminyak dan memperbanyak konsumsi makanan berserat.
Kolesterol total sebenarnya merupakan susunan dari banyak zat, termasuk trigliserida, LDL kolesterol, dan HDL kolesterol. Trigliserida adalah salah satu bentuk lemak yang diserap oleh usus setelah mengalami hidrolisis. Trigliserida kemudian masuk ke dalam plasma dalam dua bentuk, yaitu sebagai klomikron yang berasal dari penyerapan usus setelah makan lemak dan sebagai VLDL (Very Low Density Lipoprotein) yang dibentuk oleh hepar dengan bantuan insulin. Trigliserida tersebut di dalam jaringan di luar hepar (pembuluh darah, otot, jaringan lemak) akan dihidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase. Sisa hidrolisis kemudian oleh hepar dimetabolisasikan menjadi LDL. Kolesterol yang terdapat pada LDL kemudian ditangkap oleh suatu reseptor khusus di jaringan perifer sehingga LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat. Kelebihan kolesterol dalam jaringan perifer akan diangkut oleh HDL (High Density Lipoprotein) ke hepar untuk kemudian dikeluarkan melalui saluran empedu sebagai lemak empedu sehingga HDL sering disebut sebagai kolesterol baik.
Trigliserida merupakan lemak darah yang cenderung naik seiring dengan konsumsi alkohol, peningkatan berat badan, diet tinggi gula atau lemak serta gaya hidup. Peningkatan trigliserida akan menambah risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Mereka yang mempunyai trigliserida tinggi juga cenderung mengalami gangguan dalam tekanan darah dan risiko diabetes.
LDL kolesterol atau kolesterol lipoprotein berkepadatan rendah adalah kolesterol jahat karena kolesterol LDL melekat pada dinding arteri dan bisa menyebabkan terjadinya penutupan arteri. Sedangkan HDL kolesterol atau kolesterol lipoprotein berkepadatan rendah dikenal sebagai kolesterol baik. Peran kolesterol HDL adalah membawa kembali kolesterol buruk ke organ hati untuk pemrosesan lebih lanjut. Sebagian dari mereka dengan kadar HDL yang tinggi akan terlindung dari penyakit jantung, namun orang dengan kadar HDL dalam kategori yang sangat baik masih berisiko untuk terkena penyakit jantung.
Penyebab hiperkolesterolemia antara lain yaitu obesitas, alkoholisme, gangguan ginjal, gangguan hati, diabetes, pil anti hamil, diuretik, kortikosteroid, dan penyakit tiroid. Penderita hiperkolesterolemia sebaiknya menghindari faktor risiko (seperti merokok, obesitas, dan hipertensi), berat badan harus ideal dengan cara mengatur jumlah asupan kalori dan olah raga, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh
Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein)
Jenis kolesterol ini berbahaya sehingga sering disebut juga sebagai kolesterol jahat. Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling banyak didalam darah. Tingginya kadar LDL menyebabkankan pengendapan kolesterol dalam arteri. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner sekaligus target utama dalam pengobatan.
Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein).
Kolesterol ini tidak berbahaya. Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati, untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses Aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).
Selain LDL dan HDL, yang penting untuk diketahui juga adalah Trigliserida, yaitu satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, konsumsi alkohol, gula, dan makanan berlemak.
Tingginya kadar trigliserida (TG) dapat dikontrol dengan diet rendah karbohidrat.
Senin, 12 Oktober 2009
Haemonchus Sp
Penyebab : Haemonchus contortus
Lokasi : Abomasum
Hospes : Sapi, domba, kambing, ruminansia lainnya.
Morfologi
H. contortus dikenal sebagai cacing merah di lambung pada ruminansia. Dewasa memiliki panjang 10 hingga 30 mm. Jantan lebih pendek daripada betinanya dan memiliki warna merah segar dengan dilengkapi suatu bursa yang asimetris. Pada betina dikenal sebagai “barbers pole worms” karena uterusnya yang putih diselingi usus yangberwarna kemerahan karena berisi darah.
Siklus hidup
Siklus hidupnya langsung dan spesifik pada golongan strongly. Periode prepaten 19-21 hari, namun dapat lebih pendek akibat adanya infeksi Trypanosoma atau akibat stress.
Gejala klinis
Anemia, oedem, bottle jaw, bulu kasar, kehilangan berat badan atau pertumbuhan terhambat.
Patogenesis
H. contortus merupakan cacing yang paling pathogen diantara nematoda lainnya pada ruminansia. Infeksi berat terjadi pada hewan muda akibat anemia, hipoproteinemia, emasiasi.Pengaruh ini muncul pada musim penghujan, sementara pada musim kemarau jika infeksinya berat dapat berakibat kematian ternak.
Diagnosa
Dapat dilakukan dengan mendeteksi adanya telur cacing dalam pemeriksaan feses. Pada kejadian akut, anemia dan kematian sering terjadi sebelum cacing menjadi dewasa. Pada pemeriksaan post mortum di abomasums dapat ditemukan cacing.
Pencegahan
Perhatian terutama ditujukan pada manajemen padangan. Perlu dilakukan rotasi pada hewan yang digembalakan. Sapi yang menyusui diusahakan dalam kondisi bersih. Perlu diberikan obat cacing secara periodik.
Jumat, 09 Oktober 2009
Penyakit antrax



Nama lain dari penyakit Anthrax adalah : radang limpa.
Anthrax merupakan penyakit menular yang akut/ perakut, dapat
menyerang semua jenis ternak berdarah panas bahkan manusia. Penyakit ini
dapat menyebabkan angka kematian tinggi.
1. Penyebab
Penyebab penyakit ini adalah Bacillus anthracis. Kuman Anthrax
dapat membentuk spora yang tahan hidup berpuluh-puluh tahun di tanah,
tahan terhadap kondisi lingkungan yang panas, dan bahan kimia atau
desinfektan. Oleh sebab itu, hewan yang mati karena menderita Anthrax
dilarang melakukan pembedahan pada bangkainya agar tidak membuka
peluang bagi organisme untuk membentuk spora. Penyakit ini tersebar di
seluruh dunia terutama daerah tropis.
2. Penularan
Infeksi pada hewan dapat berasal dari tanah yang tercemar
organisme/ kuman Anthrax. Kuman masuk tubuh hewan melalui luka,
terhirup bersama udara atau tertelan. Pada manusia infeksi biasanya
terjadi dengan perantaraan luka, dapat pula melalui pernafasan para
pekerja penyeleksi bulu domba atau melalui saluran pencernaan bagi orang
yang memakan daging hewan penderita Anthrax yang dimasak tidak
sempurna.
Beberapa Penyakit Ternak Ruminansia Beberapa Penyakit Ternak Runimansia
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, 2001 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, 2001
3. Tanda tanda penyakit
Tanda tanda penderita Anthrax adalah sebagai berikut:
a. Kematian mendadak dan adanya perdarahan di lubang-lubang kumlah
(lubang hidung, lubang anus, pori pori kulit).
b. Hewan mengalami kesulitan bernapas, demam tinggi, gemetar,
berjalan sempoyongan, kondisi lemah, ambruk dan kematian secara
cepat.
c. Pada babi dan kuda gejalanya biasanya kronis dan menyebabkan
kebengkakan pada tenggorokan.
d. Pada manusia dapat terjadi tukak/ luka pada kulit dan kematian
mendadak.
4. Pencegahan
a. Vaksinasi yang teratur tiap tahun di daerah wabah.
b. Pengawasan yang ketat terhadap lalulintas/ keluar masuknya ternak.
c. Mengasingkan ternak yang sakit/ diduga sakit.
d. Bangkai ternak yang sakit/ diduga sakit tidak boleh dibuka, tetapi
harus dibakar atau dikubur dalam-dalam.
5. Pengobatan
a. Pemberian antibiotika berspektrum luas.
♦ Procain penisilin G, dosis untuk ruminansia besar (sapi,
kerbau): 6.000 – 20.000 IU/Kg berat badan , sedang untuk
ruminansia kecil (kambing, domba) : 20.000 – 40.000 IU/Kg
berat badan.
♦ Streptomycin, dosis untuk ruminansia besar: 5 – 10 mg/Kg BB,
sedang untuk ruminansia kecil : 50 – 100 mg/Kg BB.
♦ Kombinasi antara Procain Penisilin G dengan Streptomycin.
♦ Oksitetrasiklin , untuk ruminansia besar: 50 mg/10 Kg BB,
sedang untuk ruminansia kecil: 50 mg/5 Kg BB.
b. Pemberian antiserum yang tinggi titernya ( 100 – 150 ml )
6. Hubungan Kesehatan Masyarakat
Anthrax merupakan penyakit zoonosis (suatu penyakit yang dapat
ditularkan antara hewan dan manusia) yang sangat berbahaya, oleh karena
itu hewan yang menderita Anthrax dilarang keras untuk dipotong.